Armida: Jakarta Harus Punya Transportasi Massal

Written By Unknown on Minggu, 21 Oktober 2012 | 12.45

Tribun Timur - Minggu, 21 Oktober 2012 12:51 WITA

BEIJING, TRIBUN-TIMUR.COM- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana mengatakan, Jakarta sebagai Ibu Kota negara mutlak memiliki sistem transportasi massal untuk mendukung pergerakan manusia secara cepat dan efektif. Hal itu dikatakan Armida saat menutup kunjungan kerjanya di Beijing, China, seperti dikutip Antara, Minggu (21/10/2012).

"Sebagai kota besar, apalagi sebagai Ibu Kota negara, Jakarta mutlak memiliki sistem dan sarana transpotasi massal," kata Armida.

Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin baik, serta pembangunan yang semakin meningkat, sudah seharusnya Jakarta memiliki sistem transportasi massal yang memiliki daya dukung dan daya gerak terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial. Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Beijing, Armida mengunjungi pusat kendali jaringan Kota Beijing yang memonitor pergerakan 13 jalur subway dari 15 jalur yang akan dibangun.

Petugas monitor Ren Qi Chen menjelaskan, secara umum Beijing merencanakan pembangunan 32 jalur subway, yang dilakukan dalam dua tahap pembangunan. Tahap pertama dibangun 15 jalur dan baru beroperasi 13 jalur dengan panjang lintasan 327 kilometer. Tahap kedua akan dibangun 19 jalur, yang pembangunannya akan dimulai tahun 2013 dengan empat jalur.

Ke depannya, Beijing akan memiliki 32 jalur subway dengan panjang lintasan 651 kilometer pada 2015. Saat ini, subway Beijing setiap harinya mengangkut sekitar 7,59 juta penumpang.

Perencanaan lebih matang

Sementara itu, Direktur Direktorat Transportasi Bappenas Bambang Prihartono mengemukakan, proyek pengembangan MRT di Jakarta sudah dirancang sejak 1986. Kajian dilakukan terkait sistem angkutan massal di Jakarta hingga berdiri PT Mass Rapid Transit Jakarta pada 17 Juni 2008.

"Bahkan, kini telah dilakukan sejumlah perencanaan yang lebih matang untuk membangun perbaikan sistem dan jaringan transportasi secara umum, termasuk transportasi perkotaan. Antara lain, penyelesaian pembangunan angkutan kereta listrik di Jakarta (MRT dan monorel) selambat-lambatnya 2014," katanya.

Bambang menambahkan, saat ini berlangsung proses tender di PT MRT Jakarta, untuk pembangunan MRT. Tahap pertama, MRT akan dibangun untuk jalur Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia, yang terdiri atas jalur layang dan jalur bawah tanah.  

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menggelar pertemuan bersama Dinas Perhubungan DKI, PT Adhi Karya, PT Lembaga Elektronika Nasional (LEN), PT Industri Kereta Api (Inka), dan PT Telkom, guna melanjutkan megaproyek transportasi massal berbasis monorel. Ia menargetkan, tiga tahun ke depan, monorel sudah bisa dirasakan masyarakat Jakarta.

"Jadi, nanti di Jakarta diharapkan tiga tahun ke depan sudah ada monorel sampai tiga jalurlah," kata Basuki.

PT Adhi Karya ditugaskan oleh Menteri BUMN untuk memimpin konsorsium pembangunan monorel. "Konsorsiumnya pada Adhi Karya, PT Inka, PT LEN, PT Telkom," kata Basuki.

Selanjutnya, tiang pancang yang sebelumnya telah lama "menganggur" di beberapa titik di Jakarta, kata Basuki, akan tetap digunakan. Tiga jalur monorel itu adalah jalur monorel yang lama, yaitu, pertama, Tanah Abang-Palmerah-Mega Kuningan-Senayan; kedua, Cawang Atas-Senen-Ancol; dan yang ketiga, Cawang Atas-Grogol-Monas. (*)

Editor : Muh. Taufik


Anda sedang membaca artikel tentang

Armida: Jakarta Harus Punya Transportasi Massal

Dengan url

http://timursebrang.blogspot.com/2012/10/armida-jakarta-harus-punya-transportasi.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Armida: Jakarta Harus Punya Transportasi Massal

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Armida: Jakarta Harus Punya Transportasi Massal

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger