Laporan Wartawan Tribun Timur, Akhwan Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE -Dampak kemarau panjang sangat dirasakan warga. Bahkan sejumlah warga Parepare terpaksa harus membeli air galon untuk mengisi bak kamar mandi mereka.
Seperti yang dilakukan pemilik warung kopi Aneka Jaya, Meme. Ia mengaku terpaksa membeli air galon untuk mengisi kamar mandinya.
"Tidak naik air PDAM Pak. Jadi terpaksa membeli air galon. Di mana lagi kita ambil air. Apalagi Parepare adalah kawasan berbukit," jelas Meme.
Sekadar diketahui, kemasan air galon di Parepare terdapat dalam dua jenis. Ada yang dijual khusus untuk dipakai cuci piring atau mandi, ada juga untuk diminum.
Harganyapun berbeda. Untuk air di kamar mandi air pergalonnya seharga Rp 3 ribu. Sementara untuk air mineral harganya Rp 5 ribu.
"Jadi biasanya satu hari saya beli sampai 10 galon. Delapan galon untuk di kamar mandi, dua galon lainnya untuk diminum, apalagi kalau banyak pengunjung warugn kopi, saya pasti tambah pak," kata Meme yang tinggal di Jl Jalur Dua, Kompleks Marham, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare.
Beberapa waktu lalu, Plt Direktur PDAM Parepare, A Fahruddin Umar, mengatakan bahwa ketersedian bahan baku air dari Sungai Karajae, menurun hingga 50 persen.
"Biasanya bisa diproduksi 160 liter perdetik, sekarang hanya bisa 80 liter perdetik. Intinya, ketersediaan bahan baku di Sungai Karajae, turun hingga 50 persen," jelasnya.(*)
Anda sedang membaca artikel tentang
Kemarau, Warga Parepare Beli Air Galon untuk Mandi
Dengan url
http://timursebrang.blogspot.com/2014/09/kemarau-warga-parepare-beli-air-galon.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Kemarau, Warga Parepare Beli Air Galon untuk Mandi
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Kemarau, Warga Parepare Beli Air Galon untuk Mandi
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar